Showing posts with label Kimia Kelas 1 SMA. Show all posts
Showing posts with label Kimia Kelas 1 SMA. Show all posts

Monday, 6 March 2017

Reaksi Reduksi Oksidasi

Reaksi Redoks

Secara kimia, reaksi redoks tidak berbeda dengan reaksi-reaksi kimia yang lain, tetapi dalam reaksi redoks ada perubahan bilangan oksidasi akibat perubahan muatan. Perubahan muatan ini disebabkan adanya exchange elektron dari satu molecule ke iota lain. Jika exchange elektron ini dimanfaatkan akan menghasilkan energi listrik arus searah sebab aliran listrik tiada lain adalah aliran elektron. 


Sel Volta Komersial 


Sel Volta adalah sumber energi listrik siap pakai yang dikemas dalam bentuk dan ukuran sesuai kegunaan. Sel Volta terdiri atas elektrode (anode dan katode) tempat terjadinya reaksi redoks. Kedua elektrode ini dicelupkan ke dalam zat kimia yang berperan sebagai medium aliran listrik dan sebagai oksidator atau reduktor. 

Umumnya, sel Volta komersial berupa sel kering baterai dan collector (accu). Jenis baterai bermacam-macam di antaranya baterai seng-karbon, baterai litium, dan baterai nikel-kadmium (nicad) 


Pengertian Reaksi Redoks Berdasarkan :

Bilangan Oksidasi

Berdasarkan bilangan oksidasi berkembang sejalan dengan munculnya masalah dalam reaksi-reaksi redoks yang tidak dapat dijelaskan dengan konsep exchange elektron maupun dengan konsep pengikatan oksigen. 
Misalnya reaksi yang terjadi antara SO2 dan O2: SO2(g) + O2(g) → SO3(g) 



Struktur SO3 


Jika dikaji berdasarkan konsep pengikatan oksigen maka reaksi tersebut adalah reaksi oksidasi. Jika dikaji berdasarkan exchange elektron maka Anda mungkin akan bingung, mengapa? Pada reaksi tersebut tidak terjadi exchange elektron, tetapi melalui penggunaan bersama pasangan elektron membentuk ikatan kovalen. Oleh karena senyawa SO3 merupakan senyawa kovalen (perhatikan gambar diatas) maka reaksi tersebut tidak dapat dijelaskan dengan konsep exchange elektron. 


Perubahan Bilangan Oksidasi


Oleh karena banyak reaksi redoks yang tidak dapat dijelaskan dengan konsep pengikatan oksigen maupun exchange elektron maka para pakar kimia mengembangkan konsep alternatif, yaitu perubahan bilangan oksidasi. Menurut konsep ini, jika dalam reaksi bilangan oksidasi iota meningkat maka particle tersebut mengalami oksidasi. Sebaliknya, jika bilangan oksidasi-nya turun maka molecule tersebut mengalami reduksi. 

Apa yang dimaksud bilangan oksidasi? Bilangan oksidasi adalah suatu bilangan yang menyatakan valensi iota dalam suatu senyawa yang dapat memiliki harga positif maupun negatif. 

Pengikatan Oksigen


Sebelum dikenal elektron, konsep redoks dihubungkan dengan reaksi kimia yang melibatkan oksigen dan hidrogen. 

Sejak dulu, para pakar kimia sudah mengetahui bahwa oksigen dapat bereaksi dengan banyak unsur. Senyawa yang terbentuk dari hasil reaksi dengan oksigen dinamakan oksida sehingga reaksi antara oksigen dan suatu unsur dinamakan reaksi oksidasi. 


Korosi 


Karat besi adalah senyawa yang terbentuk dari hasil reaksi antara besi dan oksigen (besi oksida). Perkaratan besi merupakan salah satu contoh dari reaksi oksidasi. Persamaan reaksi pembentukan oksida besi dapat ditulis sebagai berikut. 

4Fe(s) + 3O2(g) → 2Fe2O3(s) 

Pada reaksi tersebut, besi mengalami oksidasi dengan cara mengikat oksigen menjadi besi oksida. Kebalikan dari reaksi oksidasi dinamakan reaksi reduksi. Pada reaksi reduksi terjadi pelepasan oksigen. Besi oksida dapat direduksi dengan cara direaksikan dengan gas hidrogen, persamaan reaksinya: 

Fe2O3(s) + 3H2(g) → 2Fe(s) + 3H2O(g)


Contoh:
C(s) + O2(g) → CO2(g)
CO(g) + H2(g) → C(s) + H2O(g)
2SO2(g) + O2(g) → 2SO3(g)
CH4(g) + 2O2(g) →CO2(s) + 2H2O(g)
(reaksi oksidasi)
(reaksi reduksi)
(reaksi oksidasi)
(reaksi oksidasi)


Transfer Elektron

Dalam konsep redoks, peristiwa pelepasan elektron dinamakan oksidasi, sedangkan peristiwa penerimaan elektron dinamakan reduksi. Pada pembentukan senyawa NaCl dari unsur-unsurnya, atom natrium mengalami oksidasi, sedangkan atom klorin mengalami reduksi. Penggabungan kedua proses itu dinamakan reaksi redoks. Reaksi redoks pada peristiwa perkaratan besi dapat dijelaskan dengan reaksi berikut:

Oksidasi
:
2Fe → 2Fe3+ + 6e  
Reduksi
:
3O2 + 6e → 3O2–
Reaksi keseluruhan
:
2Fe + 3O2 → Fe2O3

Pada reaksi tersebut, enam elektron dilepaskan oleh dua atom besi dan diterima oleh tiga atom oksigen membentuk senyawa Fe2O3. Oleh karena itu, peristiwa oksidasi selalu disertai peristiwa reduksi. Pada setiap persamaan reaksi, massa dan muatan harus setara antara ruas kanan dan ruas kiri (ingat kembali penulisan persamaan reaksi).

Persamaan reaksi redoks tersebut memiliki muatan dan jumlah atom yang sama antara ruas sebelah kiri dan sebelah kanan persamaan reaksi. Oksidasi besi netral melepaskan elektron yang membuatnya kehilangan muatan. Dengan menyamakan koefisiennya maka muatan pada kedua ruas persamaan reaksi menjadi sama. Penyetaraan pada reaksi reduksi oksigen juga menggunakan cara yang sama.

Reduktor dan Oksidator


Berdasarkan uraian sebelumnya, apa yang dapat sobat simpulkan mengenai zat-zat kimia dihubungkan dengan konsep redoks? Semua zat kimia dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok, yakni zat-zat yang mengalami oksidasi dan zat-zat yang mengalami reduksi.

Dalam reaksi redoks, pereaksi yang dapat mengoksidasi pereaksi lain dinamakanzat pengoksidasi atau oksidator. Sebaliknya, zat yang dapat mereduksi zat laindinamakan zat pereduksi atau reduktor. 
Baca selengkapnya

Alkana dan Turunannya Pada Senyawa Hidrokarbon

ALKANA, ALKENA, ALKUNA ALKIL

ALKANA

Dari materi kimia kelas X sebelumnya, sobat Al Chemy telah diperkenalkan sedikit mengenai alkana. Alkana merupakan kelompok senyawa hidrokarbon alifatik jenuh atau kelompok senyawa hidrokarbon yang ikatan antar karbonnya (kecuali CH4) merupakan ikatan kovalen tunggal. 


Rumus Umum Alkana 


Untuk mempelajari rumus umum alkana, perhatikan tabel rumus molekul dan nama beberapa alkana rantai lurus berikut ini. 


No
Rumus Molekul
Nama
No
Rumus Molekul
Nama
1.
2.
3.
4.
5.
CH4
C2H6
C3H8
C4H10
C5H12
Metana
Etana
Propana
Butana
Pentana
6.
7.
8.
9.
10.
C6H14
C7H16
C8H18
C9H20
C10H22
Heksana
Heptana
Oktana
Nonana
Dekana


Bila senyawa alkana diurutkan berdasarkan jumlah particle C nya, ternyata ada perbedaan jumlah iota C dan H secara teratur yaitu CH2. Deret senyawa ini merupakan deret homolog yaitu suatu deret senyawa sejenis yang perbedaan jumlah iota suatu senyawa dengan senyawa berikutnya sama. 

Dari rumus-rumus molekul alkana di atas dapat disimpulkan bahwa rumus umum alkana adalah: 

 CnH2n+2      ;n = Jumlah Atom Karbon
Struktur Alkana 


Senyawa golongan alkana withering sederhana adalah metana (CH4) yang terdiri atas satu particle karbon dan empat iota hidrogen. Display molekulnya sebagai berikut. 

MOLEKUL ALKANA

RUMUS MOLEKUL DAN STRUKTUR ALKANA


Struktur Molekul Alkana

Struktur molekul alkana yang lebih panjang, seperti etana, propana, butana, dan yang lainnya membentuk rantai yang memanjang. Struktur alkana dan senyawa karbon umumnya biasa dituliskan dalam bentuk rumus struktur yang dimampatkan, seperti empat deret alkana pertama berikut. 


CH4
CH3−CH3
CH3−CH2−CH3
CH3−CH2− CH2−CH3
CH4 (metana)
C2H6 (etana)
C3H8 (propana)
C4H10 (butana)

Berdasarkan strukturnya alkana merupakan suatu hidrokarbon yang mempunyai ikatan tunggal antara C dan C nya. Oleh karena semua C sudah mengikat 4 particle lain, maka alkana disebut hidrokarbon jenuh atau parafin. Kata parafin berasal dari parum afinis yang berarti mempunyai daya gabung yang kecil, dengan kata lain alkana sukar bereaksi dengan zat lain.

ALKENA


Alkena merupakan senyawa hidrokarbon yang memiliki ikatan rangkap dua karbon-karbon (C=C). Alkena termasuk hidrokarbon tidak jenuh. 

Rumus Umum Alkena 


Perhatikan rumus molekul beberapa alkena dan namanya pada tabel berikut 

Rumus Molekul Alkena



Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa rumus umum alkena adalah: 


No
Rumus Molekul
Nama
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
C2H4
C3H6
C4H8
C5H10
C6H12
C7H14
C8H16
C9H18
C10H20
C11H22
Etena
Propena
Butena
Pentena
Heksena
Heptena
Oktena
Nonena
Dekena
Undekena

Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa rumus umum alkena adalah:

CnH2n         ; n = Jumlah Atom Karbon

Struktur Alkena 

Alkena withering sederhana adalah etena yang memiliki rumus mampat CH2=CH2. Dalam alkena terdapat sekurang-kurangnya satu buah ikatan rangkap dua karbon-karbon. 


Tiga deret pertama dari alkena rantai lurus dapat ditulis dalam bentuk struktur mampat sebagai berikut. 

CH2=CH2
CH2=CH−CH2
CH2=CH− CH2−CH2
C2H4 (etena)
C3H(propena)
C4H8 (propena)
Sama halnya dengan alkana, senyawa-senyawa dalam golongan alkena membentuk deret homolog, dengan selisih antarsenyawa yang berurutan sebanya.


ALKUNA


Alkuna adalah hidrokarbon tidak jenuh yang mengandung ikatan rangkap tiga karbon-karbon. Alkuna paling sederhana adalah asetilen atau etuna (C2H2), dengan rumus struktur sebagai berikut: H–C≡C–H, dan rumus umum alkuna adalah CnH2n-2.
Bentuk tiga dimensi dari etuna ditunjukkan pada gambar berikut.

Rumus Molekul Alkuna tiga Dimensi

Terlihat bahwa bentuk molekulnya adalah linear.
Etuna dapat dibuat dengan cara mereaksikan CaC2 dan air yang digunakan sebagai sumber energi las besi.

Empat deret pertama dari alkuna dapat ditulis dalam bentuk struktur molekul yang dimampatkan. Perhatikan bentuk struktur molekul berikut.

rumus molekul alkuna


Alkana atau Alkena


Aturan tata nama alkuna menurut aturan IUPAC sama seperti pada alkana atau alkena. Rantai induk ditentukan oleh rantai terpanjang yang mengandung ikatan rangkap tiga karbon-karbon dan akhiran untuk nama induk adalah -una sebagai pengganti -ana pada alkana.
molekul alkuna
Isomer yang terjadi pada alkuna adalah isomer posisi ikatan rangkap dan isomer struktur untuk gugus alkil, sedangkan isomer geometri pada alkuna tidak terjadi.
Baca selengkapnya

Klasifikasi Hidrokarbon

Atom Karbon dan Hidrogen


Sobat Al Chemy sudah mengetahui kalau senyawa karbon merupakan senyawa yang paling banyak ditemukan. Untuk mempermudah mempelajarinya, maka diperlukan pengelompokan. Pada dasarnya, senyawa karbon dapat digolongkan ke dalam senyawa hidrokarbon dan turunannya. Senyawa turunan hidrokarbon adalah senyawa karbon yang mengandung atom-atom lain selain atom karbon dan hidrogen, seperti alkohol, aldehida, protein, dan karbohidrat.

Senyawa Hidrokarbon


Ditinjau dari cara berikatan karbon-karbon, senyawa hidrokarbon dapat dikelompokkan menjadi dua bagian besar.

Senyawa hidrokarbon alifatik, yaitu senyawa hidrokarbon yang membentuk rantai karbon dengan ujung terbuka, baik berupa rantai lurus atau bercabang. 


Senyawa Alifatik dibedakan sebagai berikut 


Senyawa hidrokarbon jenuh, merupakan senyawa hidrokarbon yang berikatan kovalen tunggal. Contohnya, senyawa alkana. Gas alam dan minyak bumi tergolong hidrokarbon alifatik. 


Senyawa hidrokarbon tidak jenuh, merupakan senyawa hidrokarbon yang berikatan kovalen rangkap dua atau rangkap tiga. Contohnya alkena dan alkuna. 

Senyawa hidrokarbon siklik, yaitu senyawa hidrokarbon dengan ujung rantai karbon tertutup. 

Senyawa Siklik dibedakan sebagai berikut. 

Senyawa hidrokarbon alisiklik, merupakan senyawa golongan alifatik dengan ujung rantai karbon tertutup. Contohnya sikloheksana dan sikloheksena. 

Senyawa hidrokarbon aromatik, merupakan senyawa benzena dan turunannya. Contoh hidrokarbon aromatik yaitu benzena, naftalena, toluena, dan sebagainya. 



Kelompok senyawa hidrokarbon yang akan sobat pelajari di kelas X adalah hidrokarbon alifatik, yaitu alkana, alkena, dan alkuna. Selanjutnya, sobat Materi Kimia SMA akan mempelajari materi Alkana
Baca selengkapnya

Thursday, 29 October 2015

Alkana, Alkena dan Alkuna

Alkana, Alkena dan Alkuna


Rumus Umum Alkana, Alkena, AlkunaMolekul, Struktur, Senyawa Kimia - Sebelumnya bacalah terlebih dahulu materi mengenai Rumus Molekul. 


1. Rumus Umum Alkana


Alkana merupakan senyawa hidrokarbon alifatik jenuh, yaitu hidrokarbon dengan rantai terbuka dan semua ikatan karbonnya merupakan ikatan tunggal. Senyawa alkana merupakan rantai karbon yang paling sederhana.. Senyawa paling sederhana dari alkana yaitu metana. Metana hanya memiliki satu atom karbon yang mengikat empat atom H. Senyawa alkana mempunyai rumus :

CnH2n + 2

Tabel 1. Deret homogon dari rumus struktur, rumus molekul, dan tata nama senyawa alkana [1]

Jumlah Karbon
Rumus Molekul
Struktur
Nama
1
CH4
CH4
Metana
2
C2H6
CH3 – CH3
Etana
3
C3H8
CH3 – CH2 – CH3
Propana
4
C4H10
CH3 – (CH2)2 – CH3
Butana
5
C5H12
CH3 – (CH2)3 – CH3
Pentana
6
C6H14
CH3 – (CH2)4 – CH3
Heksana
7
C7H16
CH3 – (CH2)5 – CH3
Heptana
8
C8H18
CH3 – (CH2)6 – CH3
Oktana
9
C9H20
CH3 – (CH2)7 – CH3
Nonana
10
C10H22
CH3 – (CH2)8 – CH3
Dekana

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa perbedaan kesepuluh senyawa di atas terletak pada jumlah gugus metilena (–CH2–). Senyawa dengan kondisi demikian disebut homolog. Susunan senyawa yang dibuat sedemikian rupa sehingga perbedaan dengan tetangga dekatnya hanya pada jumlah metilena disebut deret homolog.

2. Rumus Umum Alkena

Alkena adalah hidrokarbon alifatik tak jenuh yang memiliki satu ikatan rangkap (C = C). Senyawa yang mempunyai dua ikatan rangkap disebut alkadiena, yang mempunyai tiga ikatan rangkap disebut alkatriena, dan seterusnya. Bagaimana rumus umum alkena? Perhatikan senyawa-senyawa di bawah ini kemudian bandingkan!
perbedaan alkana dan alkena

Apa kesimpulan yang Anda ambil? Alkena ternyata mengikat lebih sedikit dua atom hidrogen dibandingkan alkana.

Karena rumus umum alkana CnH2n + 2, maka rumus umum alkena adalah :

CnH2n

Tabel 2. Deret homogon dari rumus struktur, rumus molekul, dan tata nama senyawa alkena. [1]

Jumlah C
Rumus Struktur
Rumus Molekul
Nama Kimia
2
H2C = CH2
C2H4
Etena
3
H2C = CH – CH3
C3H6
Propena
4
H2C = CH – CH2 – CH3
C4H8
1-butena
5
H2C = CH – (CH2)2 – CH3
C5H10
1-pentena
6
H2C = CH – (CH2)3 – CH3
C6H12
1-heksena
7
H2C = CH – (CH2)4 – CH3
C7H14
1-heptena
8
H2C = CH – (CH2)5 – CH3
C8H16
1-oktena
9
H2C = CH – (CH2)6 – CH3
C9H18
1-nonena
10
H2C = CH – (CH2)7 – CH3
C10H20
1-dekena

3. Rumus Umum Alkuna

Alkuna adalah senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh yang mengandung ikatan rangkap tiga. Perhatikan contoh berikut.
Bagaimana rumus umum alkuna? Masih ingatkah Anda dengan senyawa alkadiena? Perhatikan rumus struktur senyawa-senyawa di bawah ini!
perbedaan alkuna dan alkena
Bagaimana jumlah atom C dan H pada kedua senyawa di atas?

Ternyata untuk alkuna dengan jumlah atom C sebanyak 4 memiliki atom H sebanyak 6. Sedangkan untuk alkena dengan jumlah atom C sebanyak 4 memiliki atom H sebanyak 8. Alkuna paling sederhana yaitu etuna, C2H2.

Jadi, rumus umum alkuna adalah:

CnH2n – 2

Tabel 3. Deret homogon dari rumus struktur, rumus molekul, dan tata nama senyawa alkuna [1]

Jumlah C
Rumus Struktur
Rumus Molekul
Nama Kimia
2
HC ≡ CH
C2H2
Etuna
3
HC ≡ C – CH3
C3H4
Propuna
4
HC ≡ C – CH2 – CH3
C4H6
1-butuna
5
HC ≡ C – (CH2)2 – CH3
C5H8
1-pentuna
6
HC ≡ C – (CH2)3 – CH3
C6H10
1-heksuna
7
HC ≡ C – (CH2)4 – CH3
C7H12
1-heptuna
8
HC ≡ C – (CH2)5 – CH3
C8H14
1-oktuna
9
HC ≡ C – (CH2)6 – CH3
C9H16
1-nonuna
10
HC ≡ C – (CH2)7 – CH3
C10H18
1-dekuna

Baca selengkapnya